empty
02.06.2026 12:44 AM
Mata Uang Euro. Pratinjau Mingguan

This image is no longer relevant

Mata uang Eropa memulai pekan baru dengan nuansa yang cukup suram. Para pelaku pasar telah lama menantikan adanya pengetatan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa, serta tercapainya solusi yang mengakhiri konflik di Timur Tengah dan membuka Selat Hormuz. Namun, sampai saat ini, tidak ada satu pun dari proyeksi tersebut yang terwujud.

Kesempatan bagi Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan mendatang masih terbilang setara. Meskipun ECB terlihat lebih condong untuk melakukan pengetatan dibandingkan Federal Reserve dan Bank Sentral Inggris, akan tetapi, tidak ada kepastian bahwa keputusan tersebut akan diambil sepenuhnya. Hari pertama pekan ini kembali menunjukkan bahwa berita positif terkait ekonomi Eropa masih jarang ditemukan. Pada Senin, dilaporkan bahwa penjualan ritel di Jerman mengalami penurunan sebesar 0,3% pada bulan April, dan tingkat pengangguran di Uni Eropa, berlawanan dengan prediksi, tetap tidak turun ke angka 6,2%. Oleh karena itu, pekan ini dimulai dengan nada yang melemah bagi mata uang Eropa. Saat ini, pola gelombang tampaknya menandakan dimulainya gelombang kelima dalam sebuah tren penurunan yang sudah dimulai sejak 17 April. Gelombang kelima ini mungkin tidak akan terlalu kuat dan dapat berakhir sedikit di bawah level 16. Namun, keseluruhan tren penurunan ini bisa jadi adalah bagian dari gelombang C yang lebih besar, yang seharusnya berakhir di bawah level 14.

Kekuatan penurunan EUR/USD akan sangat bergantung pada situasi geopolitik. Pekan ini dimulai dengan berita baru mengenai konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Setiap informasi yang meningkatkan ketegangan menjadi alasan untuk membeli dolar AS. Harapan Donald Trump mengenai kesepakatan awal dengan Iran kembali tidak terwujud, sementara sinyal dari Teheran justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Karena itu, saya memperkirakan dolar AS berpotensi mengalami penguatan dalam satu hingga dua pekan mendatang.

Di antara agenda ekonomi di Uni Eropa minggu ini, yang paling menonjol adalah laporan inflasi yang akan diumumkan besok, pidato dari Christine Lagarde, laporan penjualan ritel yang dirilis pada hari Kamis, serta estimasi akhir GDP untuk kuartal pertama pada hari Jumat. Tentu saja, laporan inflasi merupakan yang paling penting, tetapi data GDP juga akan berpengaruh, mengingat ECB masih ragu tentang kelayakan pengetatan kebijakan moneternya, khususnya karena adanya risiko perlambatan ekonomi di Eropa. Oleh karena itu, jika inflasi Uni Eropa melampaui 3,2%, hal ini bisa menghentikan pelemahan euro. Di sisi lain, inflasi yang tetap di bawah 3,2% atau tidak adanya pertumbuhan inflasi justru dapat memicu pelemahan lebih lanjut pada instrumen EUR/USD.

Pola Gelombang EUR/USD:

Berdasarkan analisis EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih berada dalam segmen tren naik (gambar bawah) dan, dalam jangka pendek, berada di dalam struktur korektif. Saat ini, kita mungkin sedang menyaksikan pembentukan gelombang 5, yang bisa menjadi bagian dari gelombang C. Keseluruhan gelombang C (jika analisis gelombang saat ini benar) dapat menyelesaikan pembentukannya jauh di bawah level 14. Namun, penurunan tajam seperti itu membutuhkan dukungan dari kondisi geopolitik. Jika tidak, rangkaian gelombang turun tersebut mungkin mengambil bentuk terpotong (a-b-c) dan menyelesaikan pembentukannya sedikit di bawah level 16.

Pola Gelombang GBP/USD:

Pola gelombang instrumen GBP/USD seiring waktu menjadi semakin jelas. Saya memperkirakan terbentuknya rangkaian gelombang turun yang dapat mengambil bentuk impulsif dan sejalan dengan struktur impulsif instrumen EUR/USD. Namun, sekalipun instrumen GBP/USD hanya membentuk serangkaian gelombang a-b-c, sementara instrumen EUR/USD membentuk struktur lima gelombang penuh, skenario ini tetap mengimplikasikan penurunan bagi euro maupun pound. Karena gelombang korektif tunggal jarang terjadi, saya memperkirakan pound Inggris akan membentuk gelombang 3 atau c. Dalam kasus ini, instrumen berpeluang turun menembus level 33. Dalam skenario ini, euro juga akan melemah.

Prinsip-Prinsip Dasar Analisis Saya:

  1. Struktur gelombang harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit trading dan sering kali berubah.
  2. Jika pasar tidak menunjukkan kejelasan arah, lebih baik tidak masuk posisi.
  3. Tidak pernah ada kepastian 100% terhadap arah pergerakan. Selalu ingat untuk menggunakan order pelindung stop-loss.
  4. Analisis gelombang dapat dikombinasikan dengan bentuk analisis dan strategi trading lainnya.
Ringkasan
Urgensi
Analitik
Alexander Dneprovskiy
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada Juni kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Opsi Biner tidak tersedia untuk trading di wilayah ini
Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback