Pasangan EUR/USD menghabiskan dua minggu untuk bergerak dalam kisaran Imbalance 13, berupaya membentuk sinyal beli di dalam zona tersebut. Namun, bull gagal menemukan alasan yang cukup kuat untuk kenaikan baru, dan laporan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat secara efektif membatalkan upaya mereka. Akibatnya, pasangan ini jatuh jauh di bawah Imbalance 13, sehingga pola tersebut menjadi tidak valid. Satu-satunya sinyal aktif yang tersisa adalah sinyal yang terbentuk di dalam Imbalance 15, tetapi itu merupakan sinyal bearish di dalam tren yang masih dianggap bullish.
Tentu saja, saya tidak menyarankan pembaca untuk menghindari pembelian dolar AS. Sepanjang 2026, mata uang AS tetap diminati, yang berarti apresiasinya masih bisa berlanjut. Namun, menurut pandangan saya, setelah konflik di Timur Tengah terselesaikan, dolar akan kehilangan porsi signifikan dari daya tariknya di kalangan pelaku pasar.
Sayangnya, sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa konflik di Timur Tengah mendekati akhir, dan Teheran maupun Washington masih belum mampu menemukan titik temu. Pada hari Senin, Iran melancarkan serangan pertamanya terhadap Israel dalam dua bulan terakhir sebagai respons atas serangan Tel Aviv ke Beirut, sekali lagi membuat proses negosiasi dan potensi perjanjian damai berada dalam risiko. Namun, perkembangan seperti ini tidak lagi terlalu mengejutkan, karena kedua pihak secara rutin melakukan serangan dan tampaknya lebih sibuk menghindari kesan lemah daripada menjaga proses negosiasi. Akibatnya, dolar masih mendapat preferensi di kalangan trader karena faktor geopolitik.
Dalam waktu dekat, sentimen pasar dan arah pergerakan pasangan ini akan tetap sangat bergantung pada perkembangan geopolitik. Jika Teheran dan Washington pada akhirnya menandatangani nota kesepahaman, memperpanjang gencatan senjata, dan mencapai kemajuan dalam isu nuklir, bear mungkin terpaksa mundur, sehingga euro dan pound dapat melanjutkan tren naik. Namun, probabilitas skenario optimistis seperti ini tampak menurun dari hari ke hari.
Dalam kondisi saat ini, trader dapat berfokus pada pola-pola bearish. Sebuah bearish imbalance baru mungkin terbentuk pada akhir sesi hari ini. Akan tetapi, jika kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat pada akhirnya tercapai, euro berpeluang kembali menguat sejalan dengan tren bullish yang lebih luas meskipun terdapat pola-pola bearish. Pada tahap ini, belum jelas seberapa jauh euro dapat melemah sebelum skenario tersebut terwujud. Gambaran teknikal saat ini memberikan dukungan yang jauh lebih kuat bagi dolar AS.
Perlu saya tekankan lagi, seluruh rally dolar AS antara Januari dan Maret sebagian besar didorong oleh faktor geopolitik. Begitu Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata, bear langsung mundur, dan bull mendominasi perdagangan selama lebih dari sebulan. Saat ini, peluang tercapainya kesepakatan tampaknya kembali menurun, sementara pasar masih sangat skeptis terhadap laporan apa pun yang mengisyaratkan solusi cepat bagi konflik tersebut atau tercapainya perjanjian komprehensif antara Iran dan Amerika Serikat. Akibatnya, faktor geopolitik terus memberikan tekanan mendasar pada EUR/USD.
Pada hari Senin, tidak ada rilis data ekonomi penting. Peristiwa signifikan pertama pekan ini akan hadir pada hari Rabu melalui laporan inflasi AS. Di zona euro, Bank Sentral Eropa akan menggelar pertemuan kebijakan pada hari Kamis, yang berpotensi memberi dukungan bagi bull, karena ECB sangat mungkin memutuskan untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.
Di tahun 2026, bull masih memiliki banyak alasan untuk tetap aktif, dan meletusnya konflik di Timur Tengah belum secara signifikan mengurangi alasan-alasan tersebut. Dari sudut pandang struktural dan jangka panjang, kebijakan Trump yang berkontribusi pada pelemahan tajam dolar tahun lalu belum berubah secara fundamental. Dalam beberapa bulan mendatang, dolar AS mungkin sesekali menguat karena aliran risk-off, tetapi faktor ini mensyaratkan eskalasi lanjutan konflik di Timur Tengah. Saya masih belum melihat dasar yang kuat bagi terbentuknya tren bearish jangka panjang pada EUR/USD. Dolar telah menerima dukungan sementara dari pasar, tetapi faktor apa yang bisa memberi bear momentum jangka panjang?
Kalender Berita untuk Amerika Serikat dan Zona Euro:
- Jerman – Produksi Industri (06:00 UTC).
- Amerika Serikat – Penjualan Rumah yang Sudah Ada (14:00 UTC).
Kalender ekonomi untuk 8 Juni hanya memuat dua peristiwa sekunder. Dengan demikian, dampak latar belakang ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Selasa diperkirakan akan minimal.
Prediksi dan Rekomendasi Trading EUR/USD:
Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish. Latar belakang fundamental memang berubah tajam tiga bulan lalu, tetapi tren yang lebih luas belum bisa dianggap batal atau berakhir. Karena itu, bull berpeluang melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek jika mendapat dukungan, sekalipun terbatas, dari perkembangan geopolitik.
Saat ini, trader hanya dapat mempertahankan posisi jual yang dibuka dari Imbalance 15 dan menunggu terbentuknya pola baru. Koreksi menurun pada pasangan ini tertahan lebih lama oleh faktor-faktor objektif, meskipun tanpa data pasar tenaga kerja dan pengangguran AS yang kuat, zona support Imbalance 13 kemungkinan besar akan bertahan. Namun, zona tersebut gagal bertahan, sehingga memberi kesempatan bagi bear untuk melancarkan serangan yang lebih besar. Geopolitik tetap menjadi penggerak utama.